Jumat, 14 November 2014

Makalah Sistem informasi




Kata Pengantar
            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas-Nyalah penulis diberikan kelancaran sehingga dapat menyelesaikan Makalah ini. Dan tak lupa penulis ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen pengajar dan teman-teman yang bersedia membantu penulis dengan memberikan beberapa pengetahuan dan memberikan semangat.
            Penulis sadar bahwa makalah ini jauh dari kata kesempurnaan, oleh karna itu penulis mengaharapkan kritik dan saran yang dapat membangun, sehingga dalam penulisan makalah selanjutnya dapat lebih baik lagi. Dan semoga makalah ini bisa menambah ilmu dan pengetahuan para Pembaca.
            Mungkin itu saja yang dapat penulis sampaikan, lebih dan kurangnya mohon di maafkan karna kita semua sedang dalam tahap pembelajaran. Terimakasih, dan Wassalam


        Palu, 11 November 2014
           Penulis




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada era sekarang ini orang akan sangat mudah mencari informasi yang dibutuhkan, metode pencarian informasi tersebut berkembang dari zaman ke zaman, dahulu ketika seseorang ingin mencari sebuah informasi maka orang tersebut harus mendatangi orang yang kiranya bisa menjawab pertanyaan dan memberinya informasi, namun seiring perkembangan zaman sekarang sudah banyak surat kabar, media masa, bahkan internet menyuguhkan informasi yang sangat mudah untuk diakses dan beragama dari berbagai sumber, baik sumber yang terpercaya maupun hanya tipuan belaka. Untuk itu maka internet memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk memberikan informasi kepada khalayak ramai dalam waktu yang sangat cepat.
Dalam sistem informasi terbagi menjadi beberapa bidang untuk menunjang kebutuhan kita sehari-hari untuk memepermudah pekerjaan kita, yaitu pendidikan atau yang biasa disebut dengan E-learning, bagi yang suka belanja terdapat E-commerce dan bagi para pebisnis terdapat E-business untuk melakukan kerja sama secara online.
Setiap sistem informasi akan mempunyai masalah, tanpa memperdulikan seberapa baiknya sistem tersebut di desain. Beberapa hal yang menyebabkan sistem informasi mempunyai masalah adalah waktu (overtime), lingkungan yang berubah, serta perubahan prosedur operasional. Dalam melakukan langkah mengantisipasi dan mengurangi serta menangani permasalahan-permasalahan mengenai sistem informasi, ada baiknya kita mengenal kembali tentang konsep-konsep dasar dalam sistem informasi. Oleh karena itulah, saya berusaha memaparkan dalam makalah ini tentang konsep-konsep dasar sistem informasi.


 


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Sistem Informasi
            Sistem Informasi (SI) adalah sistem yang menggunakan teknologi komputer untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi.
Dan suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi organisasi yang bersifat manajerial dalam kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan([1])
Dan beberapa pengertian sistem informasi menurut para ahli
- Menurut O’Brien (2005, p5),  sistem  informasi   adalah   suatu   kombinasi terartur apapun dari people (orang), hardware (perangkat keras), software (piranti lunak), computer networks and data communications (jaringan komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu bentuk organisasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.1 tentang komponen sistem informasi.
Koponene Sistem Informasi
Gambar Komponen Sistem Informasi.

- Leitch Rosses (dalam Jugiyanto, 2005 : 11) mengemukakan sistem informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolah transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
- Lani Sidharta (1995: 11), “Sebuah sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi himpunan terintegrasi dari komponen – komponen manual dan komponen – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, memproses data, dan menghasilkan informasi untuk pemakai”
- Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam buku Jogiyanto HM., (1999: 11), “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.”
- Gordon B. Davis (1991: 91), “Sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.”
Atau pada intinya sistem informasi
Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.[4]
Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.
Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Suatu sistem informasi pada dasarnya terbentuk melalui suatu kelompok kegiatan operasi yang tetap, yaitu:
1.      Mengumpulkan data
2.      Mengelompokkan data
3.      Menghitung
4.      Menganalisa
5.      Menyajikan laporan
Kemampuan Sistem Informasi :
-  Transaksi lebih cepat & akurat.
-  Kapasitas penyimpanan lebih besar & akses lebih cepat.
-  Alat pendukung pengambilan keputusan.
Manfaat adanya sistem informasi dalam suatu instansi yaitu :
-  Menyajikan informasi guna mendukung pengambilan suatu keputusan.
-  Menyajikan informasi guna mendukung operasi harian.
-  Menyajikan informasi yang berkenaan dengan kepengurusan.
2.2. Beberapa komponen sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai :
Ø  Blok Model (Model Block)
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
Ø  Blok Keluaran (Output Block)
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
Ø  Blok Teknologi (Technology Block)
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras.
Ø  Blok Basis Data (Database Block)
Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems).
Ø  Blok Kendali (Controls Block)
Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
Dan adapun sebagai berikut :
a. Perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang berfungsi sebagai mesin.
b. Manusia (personil) dan prosedur (procedures) yang merupakan manusia yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem dan tata cara menggunakan mesin.
Dalam personil dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
Clerical personnel : untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan inquiry  (operator)
First level manager : untuk mengelola pemrosesan data didukung dengan perencanaan, penjadwalan, identifikasi situasi out-of-control dan pengambilan keputusan level menengah ke bawah.
Staff specialist : digunakan untuk analisis untuk perencanaan dan pelaporan.
Management : untuk pembuatan laporan berkala, permintaan khsus, analisis khusus, laporan khsusus, pendukung identifikasi masalah dan peluang.
c. Data, merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.
d. Prosedur (instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem).


2.3  Jenis-jenis sistem informasi :
·           . Sistem Pemrosesan Transaksi atau Transaction Processing Systems (TPS)
Sistem informasi yang terkomputerisasi dan dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan luar.
Contoh : Dalam rekening keuangan yang meliputi registrasi masuknya murid baru, baik itu pembayaran-pembayaran serta cek gaji karyawan yang meliputi sistem perhitungan gaji. Dalam inventor system yaitu database berisi kelengkapan peralatan sarana dan prasarana sekolah, yang tujuannya untuk mengembangkan satu sekolah agar lebis maju dan sesuai dengan` apa yang diharapkan.
·           Sistem Otomatisasi Kantor atau Office Automation System (OAS) dan Knowledge Work System (KWS)
OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasinya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkan secara keseluruhan dengan `organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi.
Aspek-aspek OAS seperti World processing, spreadsheets, Electronic schedulling, dan komunikasi melalui voice mail, email, dan video conferencing.
KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan,, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka menkontribusikannya reorganisasi atau masyarakat.
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan formasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membantu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data)
·         Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support Systems (DSS)
Sistem informasi yang mengindentifikasi berbagai alternatif keputusan atau menyediakan informasi untuk membantu pembuatan keputusan dan manajemen pengetahuan.
Contoh : UNY memiliki alamat url agar para mahasiswa mengetahui daftar mata kuliah yang dapat diikuti dan dapat melihat nilai mereka di SIAKAD.
·         Sistem Ahli atau Expert System  (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alaimahnya dan menganalisisi kemampuannya untuk berpikir  melalui problem sampai kesimpulan logisnya. Sistem ahli menggunakan pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli juga disebut knowledge based systems, secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam satu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik satu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge Base yaitu satu mesin intervensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan antarmuka pengguna.
·         Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer Support Collaborative Work Systems (CSCW)
GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
·         Excecutive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM, ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan luar dengan cara menyediakan grafik-grafik pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
2.4  Penerapan sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari :
-          Sistem reservasi pesawat terbang: digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket
-          Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang para pelanggan
-          Sistem biometric yang dapat mencegah orang yang tak berwenang mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik jari atau retina mata
-          Sistem POS (point-of-sale) yang diterapkan pada pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data
-          Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio,misal untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api
-          Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien
-          Sistem yang dipasang pada tempat-tempat public yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel,tempat pariwisata,pertokoan dll.
-          Sistem layanan akademis berbasis Wet
-          Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange / EDI) yang memungkinkan pertukaran dokumen antar perusahaan secara elektronis dan data yg terkandung dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer
-          E-government atau system informasi layanan pemerintahan yang berbasis internet
-          E-learning (elektronik learning)  merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet, video/audiobroadcasting, video/audioconferencing, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung). Materi e-learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :
1.      Pembelajaran jarak jauh
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.  Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.
2.      Pembelajaran dengan perangkat komputer
E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.
3.      Pembelajaran formal vs. informal 
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
Jenis-jenis e-learning :
a.        E-learning yang membutuhkan koneksi internet (langsung)
Jenis ini membutuhkan koneksi internet dari pengguna e-learning untuk dapat mengakses pembelajaran yang diinginkan karena pembelajaran berasal dari alamat Wet. Misal e-learning UNY yaitu be-smart
b.       E-learning yang tidak membutuhkan koneksi internet (tidak langsung)
E-learning ini tidak membutuhkan koneksi internet dari penggunanya melainkan pengguna membeli software, CD, DVD atau file tentang materi pembelajaran yang diinginkan.
Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya :
§  menghemat waktu proses belajar mengajar
§  mengurangi biaya perjalanan
§  menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku)
§  menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
§  melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
Kekurangan dan kendala dari e-learning :
§  Bagi orang yang gagap teknologi, sistem ini belum bisa diterapkan
§  Keterebatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah juga menghambat pelaksanaan e-learning
§  Kehadiran guru yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning
§  Mungkin terjadinya kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta.
§  Membutuhkan jaringan internet jarak jauh
§  E-learning membutuhkan perangkat komputer, jaringan handal, dan teknologi yang tepat
Aplikasi pendukung e-learning :
§  Email
§  Mailing list
§  News Group
§  File transfer protokol (FTP)
§  World wide Web (www)

-          E-commerce adalah transaksi secara online atau suatu cara berbelanja, berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver“. E-commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan) .
Contoh e-commerce dalam kehidupan sehari-hari :
§  Pembelian buku secara online
§  Pembelian peralatan elektronik secara online
§  Pembelian kendaraan secara online
§  Pembelian pakaian secara online
§  Penawaran jasa asuransi secara online
§  Penawaran barang-barang secara Online
Kerangka Dasar E-commerce
Aplikasi e-commerce disusun berdasarkan infrastruktur teknologi, yaitu kombinasi antar komputer, jaringan komunikasi dan software komunikasi.

Infrastruktur:
a. Jasa bisnis umum(proses pembelian & penjualan)
b. Distribusi pesan dan informasi (pengiriman& pengambilan informasi)
c. Multi media dan publikasi jaringan
d. Information Superhighway
Jenis-jenis e-commerce :
a. Collaborative Commerce (C-Commerce)
Kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (supply Chain).
b. Intrabusiness(Intraorganizational)Commerce
Pada jenis ini, organisasi menggunakan E-Commerce untuk meningkatkan kegiatan operasi organisasinya. Hal ini dikenal juga dengan sebutan Business do Employee
c. Government-to-Citizens (G2C) and to others
Pemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui teknologi ECommerce. Pemerintah juga dapat melakukan bisnis dengan pemerintah lain (Government-to-Government / G2G) demikian juga dengan organisasi lain (Government-to-Business )
d. Mobile Commerce (m-Commerce)
E-Commerce yang dilaksanakan pada lingkungan tanpa kabel (wireless environment), seperti menggunakan telepon seluler untuk akses internet.

Komponen E-Commerce :
o    Electronic Data Interchange (EDI), sbg pertukaran data antara komputer antar berbagai organisasi
o    Digital currency, memungkinkan user untuk memindahkan dananya secara elektronik
o    Electronic Catalogs, merupakan antarmukagrafis(GUI) yang umumnya berbentuk halaman www berisi informasi tentang penawaran produk dan jasa.
Keunggulan e-commerce :
o    Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
o    Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
o    Menurunkan biaya operasional(operating cost).
o    Melebarkan jangkauan (global reach).
o    Meningkatkan customer loyality.
o    Meningkatkan supplier management.
o    Memperpendek waktu produksi.
o    Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).
Kekurangan e-commerce :
o    Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
o    Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
o    Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
o    Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
o    Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
o    Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.
Aplikasi pendukung e-commerce :
o    e-mail
o    File Transfer
o    Bulletin Board
o    Online Banking
o    Radio Broadcasting
o    Video Broadcasting
o    Internet Telephony
o    Chatting




-          E-business adalah Kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Jenis-jenis E-Bussines
a.        Business to Business (B2B)
Bisnis yang dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain(antara perusahaan) baik itu perusahaan yang bergerak pada bidang industri yang sama ataupun berbeda dengan menggunakan media Internet. B2B biasa dilakukan untuk menghemat biaya transaksi. Sebagai contoh perusahaan A ingin memesan sejumlah unit komputer pada perusahaan B, maka perusahaan A dapat mengakses situs resmi perusahaan B dan menuliskan pesanannya. Perusahaan B yang mendapatkan pesan pemesanan barang tersebut akan mengirimkan barang yang dimaksud. Pembayaran biasanya dilakukan berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Meskipun tentu saja pemesanan barang ini dapat dilakukan dengan mengangkat telepon. Salah satu contoh perusahaan di Indonesia yang menerapkan konsep B2B adalah situs www.dagang2000.com milik PT Indosat Adimarga dan www.indonesianexport.com milik PT e-Commerce Nusantara.
b.       Business  to Customer (B2C)
Dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik dimana ada sebuahperusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepadapembeli (consumer). Kesuksesan dari B2C pada dasarnya dikarenakan faktor penawaranbarang kualitas tinggi dengan harga murah dan banyak pula dikarenakan pemberianlayanan kepada konsumen yang cukup baik . Contoh perusahaan kelas dunia yang telah meerapkan B2C adalah www.amazon.com dan www.wsj.com.
c.        Businees to Administrator
Sebuah kegiatan memanagement semua aspek bisnis yang dibangun untuk bisa membangun dan mengembangkan bisnis yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan tujuan dari pembagun bisnis yang dilakukan. Sebagian besar perusahaan memiliki sebuah kelompok khusus administrator yang bekerja untuk memastikan hal ini terjadi. Contoh situs yang menggunakan konsep ini adalah www.emagister.net.


d.       Seller Driven Market
Jenis pasar penjualan elektronik komoditas, dimana dalam pasar ini terjadi kelangkaan komoditas atau barang yang mendasar yang mengakibatkan harga menjadi mahal karena permintaan atas barang / pasokan yang amat tinggi. Contoh situs yang mengaplikasikan pasar ini adalah www.lelangmurah.com.
e.        Buyer Driven Market
Jenis pasar elektronik yang berlawanan dengan pasar Seller driven market. Dalam pasar ini bisanya terdapat banyak sekali situs atau penjual yang menawarkan sebuah produk yang sama sehingga dengan demikian pembeli memilki kesempatan untuk memilih. Ketika keadaan pasar seperti ini biasanya harga barang yang ditawarkan olehpenjual akan cenderung murah. Contoh situs yang cukup terkenal dengan konsep inimisalnya www.buyers-market.net.
Kelebihan e-business :
a.        Akses Mudah
b.      Menghemat waktu
c.       Lebih tepat sasaran
d.      Tidak membutuhkan modal besar 
Kelemahan e-business :
a.        Tidak ada pertemuan dengan konsumen secara langsung
b.      Resiko penipuan lebih tinggi.
2.5  Ruang lingkup Sintem Informasi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar