Pengertian
Otitis media akut adalah infeksi bagian tengah telinga
(otitis= telinga, media= tengah) yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak. Tuba
estachius yang lebih pendek pada anak-anak daripada orang dewasa memudahkan
masuknya bakteri dan virus ke dalam telinga tengah. Sekitar 50 persen bayi
pernah mengalami infeksi telinga tengah ini sebelum ulang tahun pertama mereka.
Infeksi telinga ini seringkali berkembang setelah infeksi virus, seperti pilek
atau flu. Bagian di belakang gendang telinga akan membengkak dan mengumpulkan
cairan (efusi).
![]() |
Etiologi
Penyebabnya adalah bakteri
piogenik seperti streptococcus haemolyticus, staphylococcus aureus,
pneumococcus , haemophylus influenza, escherecia coli, streptococcus
anhaemolyticus, proteus vulgaris, pseudomonas aerugenosa.
Patofisiologi
Umumnya otitis media dari
nasofaring yang kemudian mengenai telinga tengah, kecuali pada kasus yang
relatif jarang, yang mendapatkan infeksi bakteri yang membocorkan membran
timpani. Stadium awal komplikasi ini dimulai dengan hiperemi dan edema pada
mukosa tuba eusthacius bagian faring, yang kemudian lumennya dipersempit oleh
hiperplasi limfoid pada submukosa.
Gangguan ventilasi telinga tengah
ini disertai oleh terkumpulnya cairan eksudat dan transudat dalam telinga
tengah, akibatnya telinga tengah menjadi sangat rentan terhadap infeksi bakteri
yang datang langsung dari nasofaring. Selanjutnya faktor ketahanan tubuh pejamu
dan virulensi bakteri akan menentukan progresivitas penyakit.
Pemeriksaan Penunjang
- Otoskop pneumatik untuk melihat membran timpani yang penuh, bengkak dan tidak tembus cahaya dengan kerusakan mogilitas.
- Kultur cairan melalui mambran timpani yang pecah untuk mengetahui organisme penyebab.
Tujuan
: nyeri berkurang atau hilang
Intervensi:
(a) Beri posisi
nyaman ; dengan posisi nyaman dapat mengurangi nyeri.
(b) Kompres panas di
telinga bagian luar ; untuk mengurangi nyeri.
(c) Kompres dingin ;
untuk mengurangi tekanan telinga (edema)
(d) Kolaborasi pemberian
analgetik dan antibiotik
Evaluasi: nyeri hilang atau berkurang
2) Resiko
tinggi infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pengobatan
Tujuan
: tidak terjadi tanda-tanda infeksi
Intervensi:
(a) Kaji tanda-tanda
perluasan infeksi, mastoiditis, vertigo ; untukmengantisipasi perluasan lebih
lanjut.
(b) Jaga kebersihan pada
daerah liang telinga ; untuk mengurangi pertumbuhan mikroorganisme
(c) Hindari
mengeluarkan ingus dengan paksa/terlalu keras (sisi) ; untuk menghindari
transfer organisme dari tuba eustacius ke telinga tengah.
(d) Kolaborasi pemberian
antibiotik
Evaluasi: infeksi tidak terjadi
3) Resiko
tinggi injury berhubungan dengan penurunan persepsi sensori
Tujuan
: tidak terjadi injury atau perlukaan
Intervensi:
(a) Pegangi anak atau
dudukkan anak di pangkuan saat makan ; meminimalkan anak agar tidak jatuh
(b) Pasang restraint pada
sisi tempat tidur ; meminimalkan agar anak tidak jatuh.
(c) Jaga anak saat
beraktivitas ; meminimalkan agar anak tidak jatuh
(d) Tempatkan perabot
teratur ; meminimalkan agar anak tidak terluka
Gejala
Gejala otitis media
pada bayi muda terdiri dari demam, rewel, selera makan menurun, susah tidur,
cairan bocor dari telinga dan sering menarik-narik atau menggosok telinga.
Muntah, mual, dan diare juga dapat terjadi. Anak-anak yang lebih tua dan orang
dewasa mungkin mengeluhkan rasa sakit di telinga dan gangguan pendengaran
sementara. Gejala ini biasanya datang tiba-tiba.
Diagnosis
Hubungi dokter jika anak Anda mengalami gejala-gejala di
atas. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat gendang telinga anak
Anda. Dia biasanya menggunakan alat yang disebut otoskop untuk melihat
ke dalam telinga anak. Meskipun pemeriksaan ini tidak menyakitkan, sebagian
besar bayi dan anak-anak tidak suka atau takut ketika telinganya diperiksa.
Anda mungkin perlu memangku dan memeluk anak Anda jika dia rewel saat
diperiksa. Keberadaan cairan kental di belakang gendang telinga menandai
infeksi bakteri.
Dalam
kasus tertentu, dokter akan memasukkan jarum melalui gendang telinga untuk
mengambil sampel nanah dari telinga tengah untuk diperiksa di laboratorium.
Prosedur yang disebut timpanocentesis ini dapat membantu dokter mengetahui
penyebab infeksi. Lubang di gendang telinga biasanya akan menutup sendiri dalam
waktu 24-48 jam.
Pengobatan
Pada bayi di atas 24 bulan, dokter mungkin akan memilih
untuk menunggu dan membiarkan sistem kekebalan tubuh anak bekerja melawan
infeksi. Dia mungkin hanya memberikan obat-obatan untuk mengurangi demam dan
rasa sakit di telinga.
Jika
setelah lebih dari 48 jam gejala sakit anak Anda terus berlanjut atau bahkan
memburuk, antibiotik mungkin diresepkan. Antibiotik biasanya diberikan kepada
bayi yang lebih muda dari 24 bulan. Anak-anak yang lebih tua dari 24 bulan
dapat diobati dengan antibiotik atau menunda pengobatan. Antibiotik tidak
diberikan kepada setiap anak dengan infeksi telinga karena studi menunjukkan
bahwa banyak anak yang lebih tua dapat mengatasi infeksi telinga tanpa
antibiotik. Pemberian antibiotik harus dilakukan secara
bijaksana
karena penggunaan yang tidak perlu dapat mengakibatkan bakteri resisten. Artinya, antibiotik
tertentu tidak lagi manjur atau dosis yang lebih tinggi diperlukan di
pengobatan berikutnya. Selain itu, infeksi telinga juga dapat disebabkan oleh
virus sehingga tidak dapat diobati dengan antibiotik. Infeksi ini harus
disembuhkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri.
Jika anak Anda memiliki infeksi telinga berulang (disebut otitis
media serosa atau kronis) yang tidak kunjung sembuh dan membuat cairan
menumpuk sehingga mengganggu pendengaran dan kemampuan
bicara, dokter mungkin menyarankan operasi yang disebut miringotomi untuk
mengalirkan cairan dari telinga tengah dan memasukkan tabung ventilasi. Karena
kebanyakan anak memiliki infeksi di kedua telinga, operasi ini seringkali
dilakukan pada keduanya. Dalam pembedahan yang biasanya dilakukan di bawah bius
umum oleh dokter THT ini, sebuah tabung kecil yang disebut tabung
timpanostomi (tabung T) dimasukkan ke gendang telinga untuk drainase dan
menyamakan tekanan di telinga tengah. Hal ini membantu untuk mencegah infeksi
dan akumulasi cairan di masa depan, dan membantu menormalkan pendengaran.
Tabung tersebut biasanya akan keluar sendiri dalam waktu sekitar 6 bulan. Pada
metode miringotomi dengan laser, pembukaan gendang telinga dilakukan dengan
laser, bukan tabung.
Komplikasi
- Membran timpani pecah. Salah satu kemungkinan komplikasi infeksi telinga adalah pecahnya gendang telinga atau membran timpani. Membran timpani dapat pecah ketika cairan menekannya yang mengurangi aliran darah dan menyebabkan jaringannya melemah. Pecahnya membran ini tidak sakit dan banyak orang bahkan merasa lebih baik karena tekanan dilepaskan. Untungnya, membran timpani biasanya pulih dengan cepat setelah pecah dalam beberapa jam atau hari.
- Penumpukan cairan. Cairan yang mengumpul di belakang gendang telinga (efusi) dapat bertahan selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan setelah rasa sakit dan infeksi menghilang. Efusi menyebabkan gangguan pendengaran sementara, namun biasanya hilang sendiri tanpa pengobatan. Efusi ini perlu dipantau dari waktu ke waktu, yang mencakup pengujian telinga dan pendengaran oleh dokter setiap tiga sampai enam bulan sampai menghilang. Jika efusi tetap ada sampai waktu lama, anak Anda mungkin perlu perawatan. Keputusan perawatan didasarkan pada seberapa banyak efusi memengaruhi pendengaran dan menimbulkan masalah berbicara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar